Perkembangan Jamu di Nusantara

 

Munculnya berbagai macam penelitian tentang tanaman obat atau jamu dalam istilah jawa, menjadi pemantik kesadaran manusia akan berbagai potensi alam. Selain batu bara, emas, marmer, minyak dsb, ternyata alam bisa memberi manfaat besar untuk kesehatan dan kebugaran tubuh manusia. Anda bisa lihat berbagai teknik pengobatan alami yang sekarang berkembang. Semua memanfaatkan energi alam, khususnya tanaman obat atau herbal.

 

Entahlah, mengapa jamu dan berbagai jenis pengobatan herbal baru bisa muncul dan berkembang sekarang. Bukankah pengobatan dengan jamu merupakan budaya yang telah diwariskan leluhur kita di masa silam kepada kita? Mengapa di masa ini seolah jamu atau pengobatan herbal seolah baru muncul dan lahir sebagai solusi penyembuhan alami? Mengapa seperti ada keterputusan sejarah dan ilmu pengobatan herbal antara leluhur dengan generasi setelahnya?

Seperti ada brainwashing atau pencucian otak besar-besaran yang dilakukan oleh pihak tertentu pada masyarakat untuk menanamkan bahwa herbal atau alami itu tidak baik, kotor, jorok, tidak modern, tidak higienis dan lain sebagainya. Padahal, jamu atau obat-obat herbal lah yang telah terbukti khasiatnya karena telah teruji turun temurun dari leluhur kita. Pada zaman dahulu, jenis-jenis jamu herbal ini digunakan oleh warga-warga keraton. Anda tentu tidak pernah mendengar putri raja yang mempunyai bisul dan jerawatan bukan? Dalam berbagai kisah, baik fiksi maupun ilmiah, tidak ada yang mengatakan putri raja berwajah kusam dan jerawatan.

 

Barulah Studi ilmiah tentang jamu dilakukan oleh Rumphius, seorang ahli botani jerman yang bekerja pada VOC pada awal tahun 1775 Masehi. Saat itu ia melakukan penelitian tentang berbagai varietas tanaman di Ambon. Dari penelitian itu lahirlah buku yang sangat spektakuler dalam bidang herbal, yaitu 'Herbarium Amboinesis'. Terbitnya buku itu memberikan semangat tersendiri bagi bangkitnya pemahaman baru tentang pengobatan herbal.


Rentang waktu yang lama, sebuah penelitian ilmiah untuk jamu oleh pusat penelitian obat herbal di Kebun Raya Bogor, melahirkan sebuah karya “Buku Kedokteran Anak dan Dewasa”, disusun oleh E. Van Bent.Perkembangan pesat tentang tanaman herbal atau jamu terus terjadi. Berbagai macam seminar dan diskusi dilakukan untuk mengembalikan pemahaman masyarakat tenang jamu pada pemahaman yang benar.


Seminar pertama tentang jamu berlangsung di Solo pada tahun 1940, diikuti dengan Pembentukan Komite Jamu Indonesia pada tahun 1944. Pada tahun 1966, sebuah seminar tentang jamu kembali digelar. Pada tahun 1981, sebuah buku dengan judul “Penggunaan Tanaman Medis didirikan untuk mendukung industri jamu dalam negeri. –apa judul buku sebenarnya pak?

 

 

 

 

Penggunaan jamu dulu dan sekarang

 

Zaman dulu, jamu diolah dengan cara direbus atau digodok (jamu godok). Alat tradisional yang biasanya digunakan adalah peralatan rumah tangga seperti, Lumpang (Mortar besi kecil), pipisan, parut (parutan), Kuali (pot tanah liat), dll. Anda bisa temui berbagai alat sederhana itu di sekitar Anda. Namun di zaman sekarang, Anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan atau mengolah jamu mentah. Jamu sudah banyak beredar jadi dan diproduksi oleh produsen-produsen herbal yang terkemuka dengan peralatan yang sangat modern.


Namun, mari kita kembali ke masa lalu sebentar. Anda punya nenek yang giginya masih lengkap? Apakah Anda masih melihatnya suka mengunyah daun sirih yang diselipi sedikit batu kapur putih? Jika hidup Anda di pedalaman, mungkin masih bisa menjumpai kebiasaan nenek-nenek atau kakek-kakek tua yang seperti itu. Anda pasti tahu jika sirih adalah antibiotik alami yang ampuh dan batu kapur mengandung kalsium yang sangat tinggi.

 

Sebenarnya ada penjelasan ilmiah tentang semua hal itu. Tapi mengapa selama ini terkesan disembunyikan? Dan bahkan perilaku seperti itu dianggap tidak sehat. Jika Anda tahu, pasta gigi herbal yang dijual mahal di pasaran sebagian besar kandungannya adalah kedua unsur itu.

 

Anda pernah membeli jamu gendong? Apa yang Anda beli, kunir asem atau beras kencur? Bagaimana efek yang Anda rasakan setelah meminum jamu itu? Saat minum, Anda akan merasakan manis campur asem dan tidak ada efek apa-apa setelah Anda minum jamu itu. Tidak ada semangat atau energi yang berlipat ganda. Tapi efeknya akan terjadi esok hari kemudian sebangun pagi, badan anda terasa lebih bugar dan ringan. Sangat berbeda jika Anda meminum minuman berenergi dengan kandungan kimia tinggi. Anda pasti tahu bagaimana efek dan rasanya bukan?

 

Kami tidak menganjurkan Anda untuk mengunyah sirih seperti yang dilakukan orang-orang zaman dulu. Tapi coba ambillah spirit yang sama, yaitu spirit kembali ke alam “back to nature”. Saat ini Anda secara mudah bisa menjumpai berbagai macam produk jamu dengan pengolahan dan kemasan yang modern. Anda bisa jumpai kamu dengan bentuk bubuk, kapsul, cair dan krim dll. Jamu-jamu dengan berbagai macam produk khas nusantara seperti itu sekarang sudah mulai diterima baik oleh masyarakat global.


Perlu untuk ketahui bahwa beberapa pabrik jamu di Jawa mengekspor produk-produknya ke Eropa, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris dll. Selain ekspor jenis jamu siap pakai, 25 jenis tanaman herbal dan bahan-bahan lain juga masuk dalam daftar ekspor ke berbagai belahan penjuru dunia.

 

 

 

 

Bagaimana reaksi penyembuhan dengan jamu ?

 

Tidak seperti obat-obatan kimia yang bisa menimbulkan efek yang sangat cepat. Jenis obat herbal relatif memberikan reaksi yang lebih halus. Herbal tidak bisa memberikan reaksi seketika. Ia melakukan perbaikan dan pemulihan secara bertahap tanpa mengganggu kestabilan tubuh alias tanpa efek samping. Karena reaksi yang seperti itu, jamu relatif bisa memberikan kesembuhan yang permanen ketimbang obat kimia.


Jamu mempunyai reaksi mengatasi langsung ke sumber penyakit. Bukan hanya mengatasi berbagai efek sampingan atau gejala. Anda bisa bedakan saat Anda mengalami sakit kepala, jika Anda meminum obat kimia, pasti tanpa menunggu waktu yang lama, sakit kepala Anda akan reda. Tapi pasti ada efek samping yang Anda rasakan semisal rasa mual, lemas, kantuk dan sebagainya. Obat-obat jenis seperti itu bekerja meringankan keluhan dengan menekan syaraf hingga rasa sakit yang Anda rasakan bisa berkurang. Reaksi itu sangat berbahaya pada kesehatan syaraf Anda.


Dalam prinsip dasarnya, ada dua jenis jamu, yang pertama adalah jamu untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan, semisal Galian singset, Sehat Lelaki dsb. Yang kedua adalah jamu untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kecuali dua jenis di atas, ada juga jamu yang khusus dibuat dengan tujuan mempertahankan keharmonisan keluarga seperti sari rapet, Klimaks dsb.


Ada pun efek penyembuhannya, sebagaimana obat kimia, tanaman obat atau jamu juga memiliki kekhususan dalam penyembuhan berbagai macam penyakit. Hampir semua penyakit bisa sembuh dengan jamu. Bahkan belakangan ini ada isu yang menyebutkan bahwa obat HIV AIDS sudah ditemukan, dan itu berasal dari jenis pengobatan herbal.

 

 

 

Berbagai tanaman Jamu khas Nusantara

 

Ada ratusan bahkan ribuan tanaman obat yang sangat berguna untuk kesehatan. Berikut ini adalah sebagaian kecil dari macam-macam tanaman obat yang biasa digunakan sebagai jamu:


Golongan Bumbu

Jahe (Zingiber officinale)

Lempuyang (Zingiber Oronaticum)

Temu Lawak / Temulawak (Curcuma Cautkeridza)

Kunyit / Kunyit (Curcuma Domestica)

Kencur / Kencur (Kaemferi Galanga)

Lengkuas / Jahe Tanaman (Elpina Galanga)

Bengle (Zingiber Bevifalium)


Golongan Daun

Secang (Caesalpinia Sappan Hinn)

Sambang Dara (Rexco Ecaria Bicolar Hassk)

Brotowali (Tiospora Rumpii dewa)

Adas (Foeniculum vulgare Mill)


Golongan Buah-Buahan

Jeruk Nipis / jeruk nipis (Citrae Aurantifalia Sivingle)

Ceplukan (Physalic angulata Nya)

Nyamplung (Calophylum Inaphyllu)


Golongan Kayu

Kayu Manis / Cinamon (Gijeyzahyza glabra)


Golongan Bunga

Melati / Yasmin (Jataninum Sunbac Ait)

Rumput Alang-alang (Gramineae)


Jamu Untuk kosmetik

Kepel Buah digunakan sebagai deodoran alami.

Jambu Mawar digunakan untuk menghilangkan bau mulut. Beberapa juga digunakan sebagai bedak dan bahan lulur.

Abu batang padi dimanfaatkan sebagai shampo untuk membersihkan rambut.

jeruk purut (semacam jeruk bau seperti kapur) dan daun pandan harus diterapkan. Ini berfungsi sebagai kondisioner untuk membersihkan ketombe. Dsb.