Sejauh Mana Bahaya Stroke Bagi Anda?

Riset terakhir yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan stroke di wilayah perkotaan menempati urutan pertama penyebab kematian untuk penyakit-penyakit tidak menular. Stroke memang merupakan penyakit yang sangat berbahaya, bahkan mematikan. Diperkirakan sebanyak 28,5% penderita stroke meninggal dunia. Selebihnya menderita lumpuh sebagian atau total. Hanya 15% yang dapat sembuh total. Sejumlah 15% meninggal secara langsung atau dalam perawatan di rumah sakit, sedangkan yang bertahan hidup umumnya tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari maupun mencari nafkah. Menurut Yayasan Stroke Indonesia, diperkirakan 63,52 100.000 penduduk Indonesia berusia di atas 65 tahun diserang stroke. Kini di banyak negara stroke merupakan pembunuh nomor satu di antara penyakit-penyakit berbahaya lainnya seperti jantung dan kanker. Menurut dr. Samino, dokter spesialis saraf yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia, stroke merupakan pembunuh nomor satu dalam kasus-kasus neurologi di Indonesia. Sedangkan secara umum, stroke menempati urutan ketiga yang menyebabkan kematian setelah penyakit jantung dan kanker.


Dokter Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, FASE, ahli pe­nyakit dalam dan kardiologi yang saat ini bekerja di RS Pertamina Pusat, Jakarta, menyatakanbahwa stroke merupakan pembunuh nomor 2 tetapi tingkat kecacatannya paling berat dibanding penyakit-penyakit lain. Mengapa? Karena stroke disebabkan oleh mampetnya pembuluh darah yang menuju ke otak. Menanggulangi masalah pembuluh darah otak tidak semudah menanggulangi masalah pembuluh darah di bagian tubuh lainnya.


Di Amerika Serikat, stroke merupakan salah satu dari tiga besar (selain jantung dan kanker) penyebab kematian. Demikian menurut Richard Lee, M. D. ahli bedah dan Direktur Center for Atrial Fibrillation di Northwest School of Medicine, Chicago. Dan setiap tahun stroke membunuh lebih dari 160.000 penduduk; Amerika. Menurut WHO (organisasi kesehatan dunia) stroke merupakan pembunuh nomor 3 setelah penyakit jantung dan kanker. Sebanyak 75% pasien stroke dij Amerika menderita kelumpuhan dan kehilangan pekerjaan. Di Eropa ditemukan sekitar 650. 000 kasus baruj stroke setiap tahunnya. Di Inggris stroke menduduki urutan ke-3 sebagai pembunuh setelah penyakit jantung dan kanker.


Stroke menyebabkan kecacatan yang bisa berupa cacat ringan maupun cacat berat, dan berakibat menurunnya kualitas hidup: aktivitas sehari-hari terganggu, tidak berdaya sehingga membutuhkan bantuan orang lain, menurunnya produktivitas kerja yang berdampak pada menurunnya kemampuan ekonomi, dan lain-lain.

Namun sekarang pengobatan dan pencegahan stroke sudah semakin maju (walaupun masih tetap mahal) sehingga dapat diharapkan di tahun-tahun mendatang lebih banyak pasien stroke yang bisa sembuh dan ber akti vitas kembali.